Subscribe RSS
Ini Dia Info Dari Arsitek Seputar PERDA Pembangunan Rumah Yang Wajib Anda Ketahui Dec 05

“Siapa sih yang nggak ingin punya rumah sendiri? Tapi katanya ada banyak peraturan pembangunan rumah yang ditetapkan pemerintah. Bagaimana nih menyesuaikan keinginan saya dengan peraturan-peraturan tersebut? Apakah ada solusi untuk hal ini?”

tips arsitek tentang perda

Mungkin begitulah pertanyaan-pertanyaan yang hilir mudik dalam benak Anda ketika ingin membangun rumah. Sebenarnya tidak perlu bingung, karena untuk itulah salah satu peran sang arsitek dalam pembangunan rumah impian Anda. Selain merancang desain rumah dan interior rumah, sang arsitek juga akan menjelaskan kepada Anda sebagai kliennya mengenai Peraturan Daerah (PERDA) pembangunan rumah. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi bahwa nantinya rumah yang Anda bangun tidak akan melanggar hukum dan peraturan pemerintah.

Salah satu arsitek profesional yang berhasil penulis temui untuk wawancara adalah Tim Konsultan Arsitek Online. Konsultan arsitektur ini cukup punya nama dan sering memberikan tips dan tulisan-tulisan bermanfaat di berbagai media sosial ataupun mengisi event properti di berbagai kota.

Untuk lebih memudahkan Anda dalam berkonsultasi dengan Tim Konsultan Arsitek Online tersebut, silahkan langsung saja mengunjungi official website-nya di link ini: arsitek Sekedar tanya-tanya tentang peraturan pemerintah tersebut juga boleh.

Beberapa tanya jawab penulis mewakili masyarakat selaku klien dengan Tim Konsultan Arsitek Online mengenai peraturan properti yang ditetapkan pemerintah telah dirangkum di bawah ini.

Klien:

Benarkah bahwa ada peraturan yang mengatur mengenai pembangunan pagar di perumahan umum?

Arsitek:

Dalam pembangunan pagar rumah, seorang arsitek sebenarnya akan mementingkan kesesuaian pagar tersebut dengan keadaan lingkungan di sekitarnya, terutama apabila rumah dibangun di pemukiman umum. Sebagai contoh, berdasarkan PERDA DKI Jakarta No. 7 Tahun 1991 Pasal 95, ketinggian maksimal pagar rumah di perumahan dengan bangunan bertipe renggang yang membatasi area pekarangan bagian samping dan belakang adalah 3 m dari permukaan tanah.

Apabila Anda membutuhkan pagar yang lebih tinggi karena tipe rumah Anda bertingkat, maka sang Arsitek dapat menyarankan tinggi pagar maksimal 7 m dari permukaan tanah.

Tetapi, apabila pagar tersebut dibangun di sisi pekarangan yang berada pada GSJ (Garis Sempadan Jalan) atau antar GSJ dengan GSB (Garis Sempadan Bangunan), maka sang Arsitek akan menyarankan ketinggian pagar maksimal 1,5 meter dari permukaan tanah, yang mana bagian pagar yang tidak tembus pandang hanya diperbolehkan maksimal 1 m saja. Berarti, sisa ketinggiannya adalah bagian pagar yang tembus pandang.

Klien:

Kami berencana merenovasi fasad rumah. Menurut hasil diskusi internal keluarga, pilihan kami jatuh pada desain yang lebih modern dan mencolok. Berhubungan dengan rencana tersebut, kami ingin menanyakan apakah ada batasan peraturan mengenai desain fasad rumah?

Arsitek:

Untuk menjawab pertanyaan ini, sang Arsitek akan mengacu pada peraturan yang tertuang dalam PERDA BG DKI Jakarta No.7 Tahun 2010 Pasal 18, bahwa tata bangunan dalam sebuah kawasan harus dirancang dengan memperhatikan keserasian lingkungan. Pada pasal yang lain, yaitu Pasal 26 disebutkan pula bahwa persyaratan arsitektur bangunan gedung adalah keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan dengan lingkungannya.

Berdasarkan peraturan tersebut di atas, dapat terlihat pentingnya keserasian bangunan dalam pembangunan suatu bangunan. Maka sebagai Arsitek, tentunya akan menyarankan agar fasad rumah Anda nantinya tetap memperhatikan kesesuaian dengan lingkungan pemukiman rumah Anda, meskipun rumah Anda tidak berada dalam pemukiman berbentuk klaster. Sebagai contoh adalah dalam pemilihan warna. Usahakan agar warna dan bentuk fasad rumah Anda setelah renovasi nantinya tidak kelihatan terlalu mencolok dan tidak berbentuk rumit. Untuk mensiasati hal ini, Anda dapat bermain dalam material fasadnya sehingga meskipun tidak berwarna dan berbentuk mencolok, tetap dapat menonjolkan kesegaran dan keindahannya yang menawan.

Klien:

Jadi setelah rumah saya selesai dibangun, apakah masih ada lagi perizinan yang harus diurus?

Arsitek:

Sebenarnya memang masih ada perizinan yang disarankan oleh seorang Arsitek untuk diurus ketika Anda telah selesai membangun rumah. Perizinan tersebut adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF). SLF ini adalah sertifikat dari Pemerintah Daerah untuk menentukan suatu bangunan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi atau tidak.

Bagi Anda yang berdomisili di DKI Jakarta, terdapat PERDA BG No. 7 DKI Jakarta Tahun 2010 Pasal 148 yang menjelaskan tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. Tertulis bahwa SLF harus dimiliki setiap bangunan sebelum bangunan tersebut dapat digunakan. Adapun masa berlaku SLF ini berbeda-beda untuk tiap jenis bangunan, yaitu 5 tahun untuk bangunan umum dan 10 tahun untuk rumah tinggal. Pengurusan SLF ini dilakukan di Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan setempat.

Klien:

Apakah ada ketentuan yang mengatur pembangunan toko dalam sebuah rumah, misalnya di daerah terdepan dari suatu rumah? Kami menanyakan hal ini karena kami berencana akan membuat toko di bagian terdepan dari rumah kami.

Arsitek:

Ketentuan mengenai pembangunan toko dalam wilayah suatu rumah tertuang dalam PERDA BG No. 7 DKI Jakarta Tahun 2010 Pasal 6 Ayat 3 yang menyatakan bahwa setiap bangunan boleh memiliki lebih dari satu fungsi, seperti fungsi hunian, keagamaan, usaha, sosial dan budaya, serta fungsi khusus. Ini artinya pembangunan toko dalam wilayah suatu rumah memiliki dua fungsi, yaitu fungsi hunian dan usaha.

Anda dapat mengusulkan perubahan fungsi dan klasifikasi bangunan rumah Anda dalam bentuk rencana teknis bangunan rumah sesuai peruntukan lokasi seperti yang tertuang dalam Pasal 11 . Pengajuan usulan yang sesuai peruntukan lokasi ini telah diatur dalam RTRW, RDTR, Peraturan Zonasi, dan Panduan Rancang Kota. Jadi, Arsitek menyarankan agar Anda mengajukan usulan tersebut ke pemerintah setempat.

Selain ketentuan di atas, masih ada ketentuan lain yang harus Anda penuhi mengenai perubahan fungsi rumah Anda tersebut. Di antara ketentuan-ketentuan tersebut adalah memenuhi persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung seperti yang tertera dalam IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Peraturan tersebut berbeda-beda di tiap daerah yang meliputi tinggi bangunan, GSB, GSJ, KLB, mezanin, dan lain-lain. Sebagai contoh, daerah Jakarta Timur belum memilki peraturan mezanin sedangkan daerah Jakarta Selatan sudah memilikinya. Oleh karena itu, Arsitek menyarankan agar Anda mengecek peraturan ini ke Seksi Dinas Tata Ruang Kecamatan atau Suku Dinas Tata Ruang di tempat tinggal Anda.

Klien:

Kami ingin mengetahui tentang peraturan mengenai carport karena kami berencana ingin menambah pergola dan pagar pada carport rumah kami. Saat ini kondisi carport di rumah kami masih terbuka dan tanpa pagar.

Arsitek:

Umumnya masyarakat menganggap pagar sebagai pembatas terluar dari suatu rumah. Namun demikian, menurut Arsitek pembangunan pagar dalam area GSB masih diperbolehkan. Hal ini dikarenakan bentuknya bukan lah suatu bangunan. Meskipun demikian, Anda harus memperhatikan bahwa pagar tersebut jangan sampai menjorok keluar sehingga mengganggu akses jalan umum yang terdapat di depan rumah. Sedangkan untuk atap pergola tidak diperbolehkan menjorok melewati pagar.

Klien:

Saat ini kondisi rumah kami terasa terlalu sempit. Sementara lahan kosong masih tersedia. Kami berfikir untuk memperluas area rumah ini. Jadi, seberapa besar batasan untuk memperluas area rumah yang memakan lahan kosong tersebut?

Arsitek:

Sejauh yang Arsitek Online ketahui, pembangunan setiap bangunan wajib dilakukan berdasarkan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dan KLB (Koefisien Lantai Bangunan). Tentunya ini termasuk juga dalam pembangunan rumah tinggal. Besar KDB dan KLB ini berbeda-beda di tiap daerah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah.

Sebagai tambahan pengetahuan untuk Anda, KDB menunjukkan persentase perbandingan antara luas bangunan dengan luas area terbuka. KDB di daerah resapan air lebih kecil. Nilai KDB yang kecil ini maksudnya adalah luas lahan terbuka harus lebih besar daripada luas bangunan. Namun masih banyak yang melanggar ketentuan KDB dan KLB ini. Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan atau pun ketidakpedulian masyarakat.

Perlu diketahui bahwa ada bagian rumah yang tidak termasuk ke dalam perhitungan KLB. Bagian rumah tersebut adalah balkon di lantai dua dengan dindingnya yang tidak lebih dari 1,2 meter. Jika dindingnya melebihi angka tersebut, maka akan dihitung sebagai luas dasar bangunan. 

Klien:

Apakah boleh jika kami menambah tingkatan rumah kami dari 2 lantai menjadi 3 lantai? Karena kami merasa perlu menambah jumlah ruang di rumah kami ini.

Arsitek:

Pada PERDA BG DKI Jakarta No. 7 Tahun 2010 Pasal 21 telah diatur mengenai ketinggian bangunan yang merupakan salah satu syarat intensitas bangunan gedung. Menurut Arsitek Online, hal ini ditetapkan agar bangunan yang Anda bangun tersebut tidak menghalangi masuknya cahaya dan sirkulasi udara ke area bangunan tetangga Anda.

PERDA DKI Jakarta No. 7 Tahun 1991 juga mengatur mengenai ketinggian rumah tinggal. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa tinggi tampak rumah tinggal tidak boleh melebihi ukuran jarak dari kaki bangunan hingga GSB yang berseberangan. Peraturan mengenai ketinggian bangunan ini berbeda-beda pada tiap daerah. Sebagai contoh, daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur memiliki peraturan ketinggian maksimal gedung sebesar 17 meter. Adapun ketinggian gedung diukur dari permukaan tanah hingga ujung nok.

Untuk mensiasati hal ini, Arsitek Online menyarankan agar Anda membuat mezanin atau lantai setengah untuk memenuhi kebutuhan Anda akan tambahan ruang. Mezanin ini dibuat di pertengahan lantai 1 dan lantai 2 sehingga rumah Anda nantinya tetap memenuhi ketentuan tinggi bangunan. Namun, satu hal yang harus Anda perhatikan yaitu luas mezanin ini sebaiknya kurang dari 50% luas lantai. Jika Anda membuat mezanin melebihi 50% dari luas lantai, maka mezanin Anda akan dihitung sebagai lantai penuh.

Cukup jelas bukan penjelasan mengenai PERDA pembangunan rumah oleh Tim Konsultan Arsitek Online ini? Namun demikian, mungkin masih ada pertanyaan-pertanyaan lain yang timbul di benak Anda ketika membaca ulasan di atas. Atau mungkin sebenarnya Anda sudah menyimpan beberapa pertanyaan menyangkut rencana Anda untuk membangun rumah impian Anda. Jika demikian halnya, Anda dapat langsung menggunakan jasa desain rumah di Arsitek Online yang merupakan Tim Konsultan Arsitek yang recommended. Arsitek yang tergabung dalam Arsitek Online ini dijamin ramah dalam pelayanannya, profesional dan terpercaya dalam kerjanya, bahkan gratis dalam konsultasinya.

Semoga Anda mendapatkan segudang manfaat setelah membaca ulasan ini, ya!

Did you like this? Share it:
Category: Info  | Tags: , ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply » Log in

*